Forum

Random Questions

What ____ next weekend, Yoshi?

A.
B.
C.
D.

 

Personal Pronoun (K...
 
Notifications
Clear all

Untuk menyimpan dan melihat nilai rapor hasil tes, silakan register atau log in.


Materi Soal Lainnya

Hasil Latihan Soal Terbaru

Quiz Name Name Date Points Grade
Random questions Fia 11/07/2020 23:50 0.00
Random questions Adil 11/07/2020 23:00 0.00
Random questions Cecilia 11/07/2020 16:19 1.00
Random questions Javadd 11/07/2020 11:33 1.00
Random questions Galuh 11/07/2020 08:55 1.00
Random questions Rahma 11/07/2020 00:28 1.00
Random questions Saha we 10/07/2020 19:48 0.00
Random questions dodik 10/07/2020 14:08 0.00
Random questions Conan McCreary 10/07/2020 12:41 1.00
Random questions Ariani 10/07/2020 09:53 1.00

Showing 1 - 10 from 1422 records

  next page

Personal Pronoun (Kata ganti Orang), Jenis, dan Contoh Kalimatnya  


Posts: 61
(@lintang)
Trusted Member
Joined: 2 years ago

Personal pronoun adalah kata ganti yang menunjukkan orang yang berbicara, orang yang diajak bicara, dan orang yang dibicarakan. Personal pronoun dibedakan menjadi 2 (dua) golongan, yaitu :

1. Nominative Case (Kasus Subyektif).

Nominative case adalah kata ganti orang yang berfungsi sebagai subyek dalam kalimat :

Yang termasuk dalam Nominative Case adalah :

Catatan:

  • It digunakan untuk (dia) selain orang, misalnya benda, tumbuhan, binatang dan sejenisnya.
  • Orang ke-1 tunggal adalah orang yang berbicara (hanya seorang). Orang ke-1 jamak adalah orang yang berbicara (lebih dari satu orang)
  • Orang ke-2 tunggal adalah orang yang diajak bicara (hanya seorang). Orang ke-2 jamak adalah orang yang diajak bicara (lebih dari satu orang).
  • Orang ke-3 tunggal adalah orang yang dibicarakan (hanya satu orang). Orang ke-3 jamak adalah orang yang dibicarakan (lebih dari satu orang).

Nominative Case harus berada sebelum verb, baik kata kerja to be maupun kata kerja biasa.

Contoh:

a. Sebelum kata kerja to be.

  • I am a lawyer. (Saya seorang pengacara)
  • You are teachers. (Kalian adalah para guru)
  • He is a soldier. (Dia seorang tentara)

b. Sebelum kata kerja biasa.

  • I go to school. (Saya pergi ke sekolah)
  • He gives me a cake. (Dia memberiku sebuah roti)
  • They talk to me. (Mereka berbicara pada saya)

2. Objective Case (Kasus Obyektif)

Objective Case adalah kata ganti orang yang befungsi sebagai obyek dalam kalimat.

Objective Case harus berada sesudah kata kerja (verb) atau sesudah preposition (kata depan).

Contoh :

a. Sesudah kata kerja (verb):

  • I saw him yesterday. (Saya bertemu dia kemarin)
  • They will help you. (Mereka akan membantumu)
  • I call them now. (Saya memanggil mereka sekarang)

b. Sesudah kata depan (preposition):

  • He is talking to me. (Dia sedang berbicara padaku)

Catatan:

  • Preposition dalam bahasa Inggris : about, by, beside, before, behind, between, for, from, in, at, above, after, among, in front, on, over, under, near, with, without, dan lain-lain.
  • Dalam mempergunakan personal pronoun, jangan sampai membuat kekeliruan, misalnya :
    • You and me are teachers. (salah)
    • You and I are teachers. (benar)
      (Kamu dan saya adalah guru)

Dalam kalimat di atas, personal pronouns berfungsi sebagai subyek, untuk itu harus memakai Nominative Case (you and I) bukan (you and me) karena “me” adalah bentuk Objective Case.

c. Salah satu contoh lagi penggunaan personal pronoun di bawah ini:

  • He seat between you and I. (salah)
  • He seat between you and me. (benar)
    (Dia duduk diantara kamu dan saya)

Dalam kalimat di atas, setelah preposition (between) harus diletakkan obyek,oleh sebab itu personal pronoun harus dalam bentuk Objective Case (you and me) bukan (you and I) karena “I” adalah bentuk Nominative Case.

d. Sesudah kata “Let”, harus memakai Objective Case, misalnya:

  • Let me alone! (Biarkan saya sendiri!)
  • Let’s go (let us go) (Mari kita pergi)

e. Sesudah kata “of”, jika sebelum kata of bukan kata benda, harus memakai Objective Case, misalnya :

  • I dreamt of her (Saya bermimpi tentang dia)
Back to top

© 2020 PintarBahasaInggris.com