Random Questions

Please, can you stop making noise? I ____ a book.
A.
B.
C.
We ____ have friends over for dinner.
A.
B.
C.

 

Pengertian conditio...
 

Pengertian conditional sentence, tipe, dan contoh kalimatnya  


Posts: 77
(@roman)
Trusted Member
Joined: 2 years ago

Apa itu conditional sentence?

Kalimat pengandaian (conditional sentence) adalah kalimat untuk mengandaikan suatu hal yang belum terjadi, tidak terjadi, atau sudah terjadi. Kalimat ini terdiri dari dua bagian, yaitu klausa bebas (independent clause) yang menjadi induk kalimat dan klausa if (anak kalimat) yang memiliki peryataan pengandaian.

Klausa bebas adalah klausa yang berdiri sendiri karena mempunyai arti lengkap, sedangkan klausa if adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri karena artinya tidak lengkap (dependent clause) yang diawali if.

Setiap kalimat conditional terdiri atas dua klausa, yaitu Main Clause (independent clause) dan if Clause (anak kalimat/dependent clause). Sususnan atau letak Main Clause dapat berada di depan dan juga dibelakang. Perbedaan letak main Clause ini sama sekali tidak mempengaruhi arti. Main Clause dalam kalimat pengandaian selalu memiliki modal, sedang If Clause tidak. Modal yang paling sering digunakan adalah : “will” atau “shall” an Modal yang lain adalah “can”,”may”,”must”,”have to” dan “ought to”. Modal ini bisa dalam bentuk present atau past tense sesuai dengan tipe kalimat pengandaiannya.

Sesuai dengan namanya, kalimat pengandaian menyatakan suatu hal yang diharapakan terjadi, akan tetapi kenyataan belum atau tidak terjadi sebagaimana yang diharapakan.

Contoh:

Main Clause - If Clause

  1. I will come to the party - if Susi invites me
  2. We shall go together - if We have enough time

Susunan kalimat di atas bisa diubah dengan memindahkan Main Clause di bagian belakang kalimat, sehingga susunannya menjadi :

  1. If Susi invites me, I will go to the party
  2. If we have enough time, we shall go together.

Tipe-Tipe Kalimat Kondisional

a. Tipe I (Future Conditional Sentences)

Kalimat pengandaian tipe I menunjuk pada peristiwa yang diharapkan terjadi pada waktu yang akan datang, sehingga mungkin terjadi atau tidak. Modal pada Main Clause dan kata kerja pada If Clause semuanya dalam bentuk present.

Contoh :

  1. They will visit you if you meet them.
    (Artinya : They may visit you, you may meet they).
  2. I can go for a swim the weather is not bad,
    (Artinya : I may go for a swim, the weather may not be bad).

b.Tipe II

Kalimat pengandaian tipe II untuk menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan fakta pada waktu sekarang sehingga tidak mungkin terjadi atau kemungkinan kecil terjadi pada waktu sekarang. Modal pada Main Clause dan kata kerja atau to be dan If Clause semuanya dalam bentuk Past Tense. To be untuk semua pronoun adalah “were”.

Contoh:

  1. They would visit you if you met them.
    (Artinya : They don’t visit you because you don’t meet them).
  2. I could go for a swim if the weather were not bad.
    (artinya : I can’t go for a swim because the weather is bad).

c. Tipe III

Kalimat pengandaian tipe III menunjuk pada peristiwa yang akan terjadi di waktu lampau, digunakan untuk menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan kenyataan pada waktu lampau sehingga tidak mungkin terjasi pada waktu sekarang. Modal pada Main Clause dalam bentuk Past Tense ditambah dengan ‘have’ dan kata kerja atau ‘to be’ bentuk ketiga, sedang kata kerja If Clause dalam bentuk Past Perfect Tense.

Contoh:

  1. They would have visited you if you had met them.
    (Artinya : They didn’t visit you because you didn’t meet them).
  2. I could have gone for a swim if the had not been bad.
    (Artinya : I couldn’t go for a swim because the weather was bad).

Kalimat Kondisional Tanpa If

If Clause pada kalimat pengandaian tidak harus selalu dimulai dengan kata if. Kata-kata lain yang mempunyai makna setara adalah:

  • ‘on condition that’ (dengan syarat bahwa),
  • ‘provided that’ (asalkan)
  • ‘unless’ (kecuali jika).

If juga bisa dihilangkan dengan menggubnakan inversi atau susun balik. Bentuk inversi ini hanya bisa digunakan pada kalimat pengadaian tipe II yang memiliki to be ‘were’ dan kalimat pengandaian tipe-III.

Contoh:

  1. We shall go if we have enough time.
    We shall go on condition that we have enough time.
    We shall go provided that we have enough time.
    We shall not go unless we have enough time.
  2. If she were sick, she couldn’t do the work.
    Were she sick, she couldn’t do the work.
  3. If we had had enough time, we should have gone together.
    Had we had enough time we should gone together