Cara membuat kalima...
 

Cara membuat kalimat tanya dan sangkalan dengan auxiliary verb "do"


Posts: 73
Topic starter
Joined: 3 years ago

Kata "do" termasuk dalam salah satu auxiliary verb atau kata kerja bantu. Kalau kita ingin membuat suatu kalimat tanya dan sangkalan dengan menggunakan auxiliary "do", berikut ini caranya:

Membuat kalimat tanya

"Do" haruslah diikuti dengan infinitive tanpa "to":

Contoh

  • Does she speak French? (Apakah dia berbicara bahasa Perancis?) -> benar
    Tidak ada tambahan huruf "s" pada kata "speak".
  • Does she speaks French? -> salah

-------

  • I don't think so. (Aku kira tidak.) -> benar
    Setelah kata don't dan didn't, verb harus dalam bentuk present tense.
  • I don't thought so -> salah

-------

  • He didn't answer. (Ia tidak menjawab.) -> benar
    Tanpa "to".
  • He didn't to answer. -> salah

"Do" tidak boleh digunakan bersamaan dengan auxiliary verb lainnya seperti "can", "have", "will", "may", dan lain-lain.

Contoh:

  • Can you swim? (Bisakah kamu berenang?) -> benar
  • Do you can swim? -> salah

-------

  • Have you drunk your milk? (Apakah kamu sudah meminum susumu?) -> benar
  • Do you have drunk your milk? -> salah

"Do" tidak digunakan pada kata tanya seperti "who", "what", atau "which" yang posisinya sebagai ">subject

kalimat.

Contoh:

  • Who said that? (Siapa yang mengatakan begitu?) -> benar
  • Who did say that? -> salah

-------

  • Who called me? (Siapa yang memanggil saya?) -> benar
  • Who telephoned? (Siapa yang menelepon?) -> benar
  • What happened? (Apa yang terjadi?) -> benar
  • Which one got broken? (Yang mana yang rusak?) -> benar

"do" harus digunakan pada kalimat tanya dengan who, what, dan which yang kedudukannya sebagai ">object

 kalimat.

Contoh:

Who did you see on the grounds of the hospital? (Siapa yang Anda lihat di halaman rumah sakit itu?) -> benar

Pada kalimat di atas, "who" adalah object, dan "you" adalah subject.

Membuat kalimat sangkalan

Pada kalimat sangkalan, kata "do" diikuti oleh kata ingkar "not", Tapi "do" tidak boleh diikuti oleh "never" dan kata negatif lainnya.

Contoh:

  • She never said a word about leaving. (Dia tak megatakan suatu apapun bahwa ia akan pergi. -> benar
  • She did never say a word about leaving. -> salah

-------

  • We never saw that before. (Kami belum pernah melihat itu.) -> benar
  • We did never see that before. -> salah

Cukup sekian, semoga bermanfaat ­čÖé