Aturan dan variasi ...
 

Aturan dan variasi penggunaan "had better"


Posts: 56
Topic starter
Joined: 3 years ago

Kata "had better" memiliki arti "sebaiknya", dan bila kita bandingkan dengan "it's better" maka artinya sedikit berbeda. "It's better" memiliki arti "lebih baik" yang penerapannya dalam kalimat langsung diikuti oleh infinitif tanpa 'to' (bare infinitive).

Berikut ini contoh kalimatnya:

  • You had better spend the night here.
  • It's better for you to spend the night here.

Keduanya memiliki arti "Lebih baik Anda bermalam di sini."

  • We had better go home together.
  • It's better for us to go home together.

Keduanya memiliki arti "Sebaiknya kita pulang bersama."

Jika kalimatnya berbentuk kalimat penyangkalan atau kalimat negatif, maka cukup kita gunakan kata ingkar 'not'. Kata ingkar ini langsung ditempatkan sesudah kata bantu modalis, tapi bukan di belakang 'had', yakni menjadi "you had better not" dan bukan "you had not better".

Contoh:

  • You had better not divorce your wife now. (Lebih baik kamu tidak menceraikan istrimu sekarang.)
  • She had better not see the boss this morning. (Sebaiknya dia tidak menemui kepala kantor pagi ini.)
  • We had better not talk to much. (Lebih baik saudara tidak berbicara terlalu banyak.)
  • We had better not adjourn the meeting. (Kita sebaiknya tidak menunda pertemuan itu.)

Pada kalimat pertanyaan bentuk ingkar, kita harus menambahkan bentuk singkatan kata ingkar 'not', yaitu "n't" pada 'had'.

Contoh:

Hadn't you better be calm? (Tidakkah sebaiknya kamu bersabar?)

Kita juga harus menambahkan "n't" pada 'had' dalam pertanyaan pengukuh (question tag) ingkar.

Contoh:

They'd better set good examples for their children, hadn't they? (Mereka sebaiknya memberi contoh baik kepada anak-anak mereka, bukan?)

"You had better" sering ditulis dalam bentuk singkat yaitu "you'd better". Begitu juga "she had better" menjadi "she'd better", "we had better" menjadi "we'd better", dan lain-lain.

Ungkapan lain yang memiliki arti sama dengan "you had better" seperti "it would be advisable for you" (sebaiknya kamu).

Contoh:

  • It would be advisable for you to leave at once. (Sebaiknya kamu segera berangkat.)
  • It would be advisable for you to continue your study. ( Sebaiknya kamu melanjutkan sekolahmu.)

Jika kalimatnya dalam bentuk sangkalan, dapat kita tulis dengan cara "it would not be advisable for you" (sebaiknya kamu tidak).

Contoh:

  • It would not be advisable for you to rush into marriage. (Sebaiknya kamu tidak cepat-cepat nikah.)
  • It would not be advisable for you to dismiss him from the position. (Sebaiknya saudara tidak memecat dia dari jabatan itu.)

Sering ungkapan "would rather" yang juga bisa diartikan sebagai lebih baik, tapi sebenarnya arti yang lebih tepat adalah lebih senang. "Would rather" juga bisa kita singkat penulisannya seperti "you would rather" menjadi "you'd rather", "she would rather" menjadi "she'd rather", dan sebagainya.

Karena pola kalimat itulah, kadang kesalahan bisa terjadi seperti "I'd better go home" dengan "I'd rather go home" dianggap artinya sama, padahal "I'd better go home" berarti "Saya lebih baik pulang", dan "I'd rather go home" berarti "Saya lebih senang/suka pulang".

Contoh:

  • I'd rather go than wish I had. (Saya lebih suka pergi daripada menyesal nanti.)
  • I'd rather play tennis than swim. (Saya lebih senang bermain tenis daripada berenang.)
  • I'd rather have some coffee. If you don't mind. (Saya lebih suka kopi saja. Jika Anda tidak berkeberatan.)

Kata-kata yang memiliki arti lebih suka bisa diungkapkan dengan verba "to prefer".

Contoh:

  • I prefer to go alone. (Saya lebih suka pergi sendirian.)
  • I prefer mandarins to lemons. (Saya lebih suka jeruk mandarin daripada lemon.)

Bentuk sangkalan:

  • I would rather not marry her. (Saya lebih baik tidak menikahi dia.)
  • I prefer not to finish the work. (Saya lebih suka tidak menyelesaikan pekerjaan itu.)