Numeral Adjectives ...
 

Numeral Adjectives (Kata Sifat Bilangan), Jenis dan Contohnya

2 Posts
2 Users
0 Likes
1,153 Views
restu
Posts: 90
Topic starter
(@restu)
Member
Joined: 4 years ago

Numeral Adjective adalah kata sifat yang menerangkan bilangan atau angka. Bilangan atau angka dalam Numeral Adjective terdiri atas :

Cardinal Number (Bilangan Biasa)

Cardinal number adalah bilangan-bilangan yang dikenal dengan nama “bilangan Cacah”, yaitu angka bulat mulai dari nol (0) sampai ke bilangan tak terhingga (~).

0zero 7
1one
2two
3three
4four
5five
6six
20twenty
21twenty-one
22twenty-two
23twenty-three
24twenty-four
25twenty-five
30thirty
31thirty-one
35thirty-five
40forty
41forty-one88
42forty- two
45forty-five
50fifty
51fifty-one
7 seven
8eight
9nine
10ten
11eleven
12twelve
13thirteen
52fifty-two
53fifty-three
60sixty
61sixty-one
65sixty-five
66sixty-six
70seventy
76seventy-six
77seventy-seven
80eighty
eighty-eight
89eighty-nine
90ninety
94ninety-four
99ninety-nine

Catatan :

a. Sebelum menyebutkan satuan atau puluhan dalam bilangan ratusan, ribuan, dan sebagainya, harus ditambah kata “and” (British English)Contoh :

  • 105 one hundred and five (British English)
  • 105 one hundred five (American English)
  • 550 five hundred and fifty.

b. Untuk menuliskan angka 400 misalnya, tidak perlu menambahkan huruf “s” dibelakang hundred.

Contoh :

  • 500 five hundreds (salah)
  • 500 five hundred (benar)

c. Fungsi “titik” dalam bahasa Indonesia, diganti “koma” dalam bahasa Inggris.

Contoh :

  • 10.000 sepuluh ribu (Indonesia)
  • 10,000 ten thousand (Inggris)

d. Dan sebaliknya fungsi “koma” dalam bahasa Indonesia, diganti “titik” dalam bahasa Inggris.

Contoh :

  • 0,5 setengah (Indonesia)
  • 0.5 zero point five (Inggris)

e. Bilangan pecahan dibelakang “titik”, dibaca satu persatu. Contoh :

  • 100.75 one hundred point seven five

Ordinal Number (Bilangan Bertingkat)

Angka-angka yang termasuk dalam Ordinal Number adalah sebagai berikut:

1 Stfirst
2 ndsecond
3 rdthird
4 thfourth
5 thfifth
6 thsixth
7 thseventh
8 theighth
9 thninth
10 thtenth
11 theleventh
12 thtwelfth
13 ththirteenth
14 thfourteenth
15 thfifteenth
16 thsixteenth
17 thseventeenth
18 theighteenth
19 thnineteenth
20 thtwentieth
21 sttwenty-first
22 ndtwenty-second
23 rdtwenty-third
24 thtwenty-fourth
25 thtwenty-fifth
30 ththirtieth
40 thfortieth
50 thfiftieth
55 thfifty-fifth
56 thfifty-sixth
60 thsixtieth
67 thsixty-seventh
68 thsixty-eighth
70 thseventieth
79 thseventy-ninth
80 theightieth
81 steighty-first
82 ndeighty-second
90 thninetieth
93 rdninety-third
94 thninety-fourth
100 thhundredth
101 stone hundred-first
(pertama)
(kedua)
(ketiga)
(keempat)
(kelima)
(keenam)
(ketujuh)
(kedelapan)
(kesembilan)
(kesepuluh)
(kesebelas)
(keduabelas)
(ketigabelas)
(keempatbelas)
(kelimabelas)
(keenambelas)
(ketujuhbelas)
(kedelapanbelas)
(kesembilanbelas)
(keduapuluh)
(keduapuluh satu)
(keduapuluh dua)
(keduapuluh tiga)
(keduapuluh empat)
(keduapuluh lima)
(ketigapuluh)
(keempatpuluh)
(kelimapuluh)
(kelimapuluh lima)
(kelimapuluh enam)
(keenampuluh)
(keenampuluh tujuh)
(keenampuluh delapan)
(ketujuhpuluh)
(ketujuhpuluh sembilan)
(kedelapanpuluh)
(kedelapanpuluh satu)
(kedelapanpuluh dua)
(kesembilanpuluh)
(kesembilanpuluh tiga)
(kesembilanpuluh empat)
(keseratus)
(keseratus satu)

a. Untuk menyatakan bilangan bertingkat, mulai dari empat dan seterusnya dibentuk dengan menambahkan akhiran -th pada bentuk bilangan biasa.

Contoh :

  • 4 th — fourth — (keempat)
  • 5 th — fifth — (kelima)
  • 6 th — sixth — (keenam) dan lain-lain

b. Dalam bilangan bertingkat tidak digunakan kata “and” setelah ratusan, karena bilangan ini tidak menyatakan jumlah.Contoh :

  • 120 th one hundred twentieth
  • 250 th two hundred fiftieth
  • 300 th three hundredth

Dan Ordinal Number (Bilangan Bertingkat) digunakan untuk :

1. Menyatakan tingkatan.Contoh :

  • I got the first class in that plane.
    (Saya mendapatkan kelas pertama di pesawat itu)
  • First love never dies.
    (Cinta pertama tak akan pernah terlupakan)

2. Menyatakan Tanggal.

Contoh :

  • I was bora on April twentith, 1971.
    (Saya lahir pada tanggal 20 April 1971)
  • Yesterday was January tenth, 2003.
    (Kemarin tanggal 1 Januari 2003)

Catatan :

a. Cara menyatakan tanggal ada dua macam, yaitu :

  • April 21, 1999. (Amerika)
  • 21 st April, 1999 (Inggris)

b. Dan cara membacanya adalah :

  • January 1, 1999
    first of January, nineteen ninety-nine.
  • January 23, 2003
    twenty third of January, two thousand and three.

Fraction (Bilangan Pecahan)

Fraction (Bilangan Pecahan) ada dua bentuk, yaitu :

a. Dengan menggunakan pecahan murni.

Contoh :Bilangan Pecahan ini dibentuk dengan meletakkan Cardinal Number (Bilangan Biasa) sebagai pembilang dan Ordinal Number (Bilangan Bertingkat) sebagai penyebut.

  • 1/2 a half (setengah)
  • 1/4 a fourth (seperempat)

b. Bentuk Bilangan Pecahan yang kedua ini adalah pecahan Desimal. Contoh :

  • 0.5 zero point five (setengah)
  • 0.4 one point four (nol koma empat)
  • 10.15 ten point one five (sepuluh kompa limabelas)

Dan untuk menyatakan tingkat keseringan, seperti sekali, duakali, tigakali, sepuluh kali, seratus kali, dan sebagainya adalah sebagai berikut :Jadi, untuk menyatakan tingkat keseringan mulai dari tiga dan seterusnya, digunakan bilangan biasa (Cardinal Number) dengan ditambah kata “times” di belakangnya.Contoh :

  • We play vollyball once a week.
    (Kami bermain bola voli sekali seminggu)
  • I eats three times a day.
    (Saya makan tiga kali sehari)

Menyatakan keseringan:

  • Once: sekali
  • twice: dua kali
  • three times: tiga kali
  • four times : empat kali
  • five times: lima kali
1 Reply
Faizal Yunus Ibrahim
Posts: 72
(@monoxd-i-fly)
Member
Joined: 4 years ago
1/2 a half
1 /4 a fourth
3/4 three-fourth
4/4 four and a fourth
(setengah)
(seperempat)
(tiga perempat)
(empat seperempat)

Empat seperempat nulisnya bukan gitu Bro...
4 1/4

Reply