Random questions




Numeral Adjectives ...
 

Numeral Adjectives (Kata Sifat Bilangan), Jenis dan Contohnya  


restu
Posts: 69
Topic starter
Joined: 3 years ago

Numeral Adjective adalah kata sifat yang menerangkan bilangan atau angka. Bilangan atau angka dalam Numeral Adjective terdiri atas :

1. Cardinal Number (Bilangan Biasa).

Cardinal number adalah bilangan-bilangan yang dikenal dengan nama “bilangan Cacah”, yaitu angka bulat mulai dari nol (0) sampai ke bilangan tak terhingga (~).

0 zero 7
1 one
2 two
3 three
4 four
5 five
6 six
20 twenty
21 twenty-one
22 twenty-two
23 twenty-three
24 twenty-four
25 twenty-five
30 thirty
31 thirty-one
35 thirty-five
40 forty
41 forty-one88
42 forty- two
45 forty-five
50 fifty
51 fifty-one
7 seven
8 eight
9 nine
10 ten
11 eleven
12 twelve
13 thirteen
52 fifty-two
53 fifty-three
60 sixty
61 sixty-one
65 sixty-five
66 sixty-six
70 seventy
76 seventy-six
77 seventy-seven
80 eighty
eighty-eight
89 eighty-nine
90 ninety
94 ninety-four
99 ninety-nine

Catatan :

a. Sebelum menyebutkan satuan atau puluhan dalam bilangan ratusan, ribuan, dan sebagainya, harus ditambah kata “and” (British English)Contoh :

  • 105 one hundred and five (British English)
  • 105 one hundred five (American English)
  • 550 five hundred and fifty.

b. Untuk menuliskan angka 400 misalnya, tidak perlu menambahkan huruf “s” dibelakang hundred.

Contoh :

  • 500 five hundreds (salah)
  • 500 five hundred (benar)

c. Fungsi “titik” dalam bahasa Indonesia, diganti “koma” dalam bahasa Inggris.

Contoh :

  • 10.000 sepuluh ribu (Indonesia)
  • 10,000 ten thousand (Inggris)

d. Dan sebaliknya fungsi “koma” dalam bahasa Indonesia, diganti “titik” dalam bahasa Inggris.

Contoh :

  • 0,5 setengah (Indonesia)
  • 0.5 zero point five (Inggris)

e. Bilangan pecahan dibelakang “titik”, dibaca satu persatu. Contoh :

  • 100.75 one hundred point seven five

2. Ordinal Number (Bilangan Bertingkat).

Angka-angka yang termasuk dalam Ordinal Number adalah sebagai berikut:

1 St first
2 nd second
3 rd third
4 th fourth
5 th fifth
6 th sixth
7 th seventh
8 th eighth
9 th ninth
10 th tenth
11 th eleventh
12 th twelfth
13 th thirteenth
14 th fourteenth
15 th fifteenth
16 th sixteenth
17 th seventeenth
18 th eighteenth
19 th nineteenth
20 th twentieth
21 sttwenty-first
22 nd twenty-second
23 rd twenty-third
24 th twenty-fourth
25 th twenty-fifth
30 th thirtieth
40 th fortieth
50 th fiftieth
55 th fifty-fifth
56 th fifty-sixth
60 th sixtieth
67 th sixty-seventh
68 th sixty-eighth
70 th seventieth
79 th seventy-ninth
80 th eightieth
81 st eighty-first
82 nd eighty-second
90 th ninetieth
93 rd ninety-third
94 th ninety-fourth
100 th hundredth
101 st one hundred-first
(pertama)
(kedua)
(ketiga)
(keempat)
(kelima)
(keenam)
(ketujuh)
(kedelapan)
(kesembilan)
(kesepuluh)
(kesebelas)
(keduabelas)
(ketigabelas)
(keempatbelas)
(kelimabelas)
(keenambelas)
(ketujuhbelas)
(kedelapanbelas)
(kesembilanbelas)
(keduapuluh)
(keduapuluh satu)
(keduapuluh dua)
(keduapuluh tiga)
(keduapuluh empat)
(keduapuluh lima)
(ketigapuluh)
(keempatpuluh)
(kelimapuluh)
(kelimapuluh lima)
(kelimapuluh enam)
(keenampuluh)
(keenampuluh tujuh)
(keenampuluh delapan)
(ketujuhpuluh)
(ketujuhpuluh sembilan)
(kedelapanpuluh)
(kedelapanpuluh satu)
(kedelapanpuluh dua)
(kesembilanpuluh)
(kesembilanpuluh tiga)
(kesembilanpuluh empat)
(keseratus)
(keseratus satu)

a. Untuk menyatakan bilangan bertingkat, mulai dari empat dan seterusnya dibentuk dengan menambahkan akhiran -th pada bentuk bilangan biasa.

Contoh :

  • 4 th — fourth — (keempat)
  • 5 th — fifth — (kelima)
  • 6 th — sixth — (keenam) dan lain-lain

b. Dalam bilangan bertingkat tidak digunakan kata “and” setelah ratusan, karena bilangan ini tidak menyatakan jumlah.Contoh :

  • 120 th one hundred twentieth
  • 250 th two hundred fiftieth
  • 300 th three hundredth

Dan Ordinal Number (Bilangan Bertingkat) digunakan untuk :

1. Menyatakan tingkatan.Contoh :

  • I got the first class in that plane.
    (Saya mendapatkan kelas pertama di pesawat itu)
  • First love never dies.
    (Cinta pertama tak akan pernah terlupakan)

2. Menyatakan Tanggal.

Contoh :

  • I was bora on April twentith, 1971.
    (Saya lahir pada tanggal 20 April 1971)
  • Yesterday was January tenth, 2003.
    (Kemarin tanggal 1 Januari 2003)

Catatan :

a. Cara menyatakan tanggal ada dua macam, yaitu :

  • April 21, 1999. (Amerika)
  • 21 st April, 1999 (Inggris)

b. Dan cara membacanya adalah :

  • January 1, 1999
    first of January, nineteen ninety-nine.
  • January 23, 2003
    twenty third of January, two thousand and three.

3. Fraction (Bilangan Pecahan).

Fraction (Bilangan Pecahan) ada dua bentuk, yaitu :

a. Dengan menggunakan pecahan murni.

Contoh :Bilangan Pecahan ini dibentuk dengan meletakkan Cardinal Number (Bilangan Biasa) sebagai pembilang dan Ordinal Number (Bilangan Bertingkat) sebagai penyebut.

  • 1/2 a half (setengah)
  • 1/4 a fourth (seperempat)

b. Bentuk Bilangan Pecahan yang kedua ini adalah pecahan Desimal. Contoh :

  • 0.5 zero point five (setengah)
  • 0.4 one point four (nol koma empat)
  • 10.15 ten point one five (sepuluh kompa limabelas)

Dan untuk menyatakan tingkat keseringan, seperti sekali, duakali, tigakali, sepuluh kali, seratus kali, dan sebagainya adalah sebagai berikut :Jadi, untuk menyatakan tingkat keseringan mulai dari tiga dan seterusnya, digunakan bilangan biasa (Cardinal Number) dengan ditambah kata “times” di belakangnya.Contoh :

  • We play vollyball once a week.
    (Kami bermain bola voli sekali seminggu)
  • I eats three times a day.
    (Saya makan tiga kali sehari)

Menyatakan keseringan:

  • Once: sekali
  • twice: dua kali
  • three times: tiga kali
  • four times : empat kali
  • five times: lima kali
Faizal Yunus Ibrahim
Posts: 72
Joined: 2 years ago
1/2 a half
1 /4 a fourth
3/4 three-fourth
4/4 four and a fourth
(setengah)
(seperempat)
(tiga perempat)
(empat seperempat)

Empat seperempat nulisnya bukan gitu Bro...
4 1/4

Reply