Forum

Random Questions

Woo-Jin and I ____ basketball after school today. Do you want to play too?

A.
B.
C.
D.

 

Numeral Adjectives ...
 
Notifications
Clear all

Untuk menyimpan dan melihat nilai rapor hasil tes, silakan register atau log in.


Materi Soal Lainnya

Hasil Latihan Soal Terbaru

Quiz Name Name Date Points Grade
Random questions Fia 11/07/2020 23:50 0.00
Random questions Adil 11/07/2020 23:00 0.00
Random questions Cecilia 11/07/2020 16:19 1.00
Random questions Javadd 11/07/2020 11:33 1.00
Random questions Galuh 11/07/2020 08:55 1.00
Random questions Rahma 11/07/2020 00:28 1.00
Random questions Saha we 10/07/2020 19:48 0.00
Random questions dodik 10/07/2020 14:08 0.00
Random questions Conan McCreary 10/07/2020 12:41 1.00
Random questions Ariani 10/07/2020 09:53 1.00

Showing 1 - 10 from 1422 records

  next page

Numeral Adjectives (Kata Sifat Bilangan), Jenis dan Contohnya  


Posts: 64
(@restu)
Trusted Member
Joined: 2 years ago

Numeral Adjective adalah kata sifat yang menerangkan bilangan atau angka. Bilangan atau angka dalam Numeral Adjective terdiri atas :

1. Cardinal Number (Bilangan Biasa).

Cardinal number adalah bilangan-bilangan yang dikenal dengan nama “bilangan Cacah”, yaitu angka bulat mulai dari nol (0) sampai ke bilangan tak terhingga (~).

Catatan :

a. Sebelum menyebutkan satuan atau puluhan dalam bilangan ratusan, ribuan, dan sebagainya, harus ditambah kata “and” (British English)

Contoh :

  • 105 one hundred and five (British English)
  • 105 one hundred five (American English)
  • 550 five hundred and fifty.

b. Untuk menuliskan angka 400 misalnya, tidak perlu menambahkan huruf “s” dibelakang hundred.

Contoh :

  • 500 five hundreds (salah)
  • 500 five hundred (benar)

c. Fungsi “titik” dalam bahasa Indonesia, diganti “koma” dalam bahasa Inggris.

Contoh :

  • 10.000 sepuluh ribu (Indonesia)
  • 10,000 ten thousand (Inggris)

d. Dan sebaliknya fungsi “koma” dalam bahasa Indonesia, diganti “titik” dalam bahasa Inggris.

Contoh :

  • 0,5 setengah (Indonesia)
  • 0.5 zero point five (Inggris)

e. Bilangan pecahan dibelakang “titik”, dibaca satu persatu. Contoh :

  • 100.75 one hundred point seven five

2. Ordinal Number (Bilangan Bertingkat).

Angka-angka yang termasuk dalam Ordinal Number adalah sebagai berikut:

Catatan :

a. Untuk menyatakan bilangan bertingkat, mulai dari empat dan seterusnya dibentuk dengan menambahkan akhiran -th pada bentuk bilangan biasa.

Contoh :

  • 4 th — fourth — (keempat)
  • 5 th — fifth — (kelima)
  • 6 th — sixth — (keenam) dan lain-lain

b. Dalam bilangan bertingkat tidak digunakan kata “and” setelah ratusan, karena bilangan ini tidak menyatakan jumlah.

Contoh :

  • 120 th one hundred twentieth
  • 250 th two hundred fiftieth
  • 300 th three hundredth

Dan Ordinal Number (Bilangan Bertingkat) digunakan untuk :

1. Menyatakan tingkatan.

Contoh :

  • I got the first class in that plane.
    (Saya mendapatkan kelas pertama di pesawat itu)
  • First love never dies.
    (Cinta pertama tak akan pernah terlupakan)

2. Menyatakan Tanggal.

Contoh :

  • I was bora on April twentith, 1971.
    (Saya lahir pada tanggal 20 April 1971)
  • Yesterday was January tenth, 2003.
    (Kemarin tanggal 1 Januari 2003)

Catatan :

a. Cara menyatakan tanggal ada dua macam, yaitu :

  • April 21, 1999. (Amerika)
  • 21 st April, 1999 (Inggris)

b. Dan cara membacanya adalah :

  • January 1, 1999
    first of January, nineteen ninety-nine.
  • January 23, 2003
    twenty third of January, two thousand and three.

3. Fraction (Bilangan Pecahan).

Fraction (Bilangan Pecahan) ada dua bentuk, yaitu : a. Dengan menggunakan pecahan murni.

Contoh :

Bilangan Pecahan ini dibentuk dengan meletakkan Cardinal Number (Bilangan Biasa) sebagai pembilang dan Ordinal Number (Bilangan Bertingkat) sebagai penyebut.

b. Bentuk Bilangan Pecahan yang kedua ini adalah pecahan Desimal. Contoh :

  • 0.5 zero point five (setengah)
  • 0.4 one point four (nol koma empat)
  • 10.15 ten point one five (sepuluh kompa limabelas)

Dan untuk menyatakan tingkat keseringan, seperti sekali, duakali, tigakali, sepuluh kali, seratus kali, dan sebagainya adalah sebagai berikut :

Jadi, untuk menyatakan tingkat keseringan mulai dari tiga dan seterusnya, digunakan bilangan biasa (Cardinal Number) dengan ditambah kata “times” di belakangnya.

Contoh :

  • We play vollyball once a week.
    (Kami bermain bola voli sekali seminggu)
  • I eats three times a day.
    (Saya makan tiga kali sehari)

Dan yang harus diperhatikan lagi adalah mengenai operasi bilangan seperti berikut ini

Posts: 72
(@monoxd-i-fly)
Trusted Member
Joined: 2 years ago
1/2 a half
1 /4 a fourth
3/4 three-fourth
4/4 four and a fourth
(setengah)
(seperempat)
(tiga perempat)
(empat seperempat)

Empat seperempat nulisnya bukan gitu Bro...
4 1/4

Reply