Random Questions

Please, can you stop making noise? I ____ a book.
A.
B.
C.
When ____?
A.
B.
C.

 

Mengenal Verbal dan...
 

Mengenal Verbal dan Nominal Sentence Beserta Contoh Kalimatnya  


Posts: 77
(@roman)
Trusted Member
Joined: 2 years ago

Dalam bahasa Inggris, setiap kalimat harus mempunyai kata kerja (verb). Kata kerja itu dapat berupa Infinitife, Past Tense atau Past Participle, misalnya : to write-write-wrote-written (menulis), to say-say-said-said (berbicara), to eat-eat-ate-eaten (makan) dan lain-lain. Jika dalam kalimat tidak terdapat kata kerja, maka digunakan Auxiliary Verb to be, yaitu : am, is, are, was, dan were.

Menurut jenis predikatnya, kalimat dalam bahasa Inggris dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
-----------
A. VERBAL SENTENCE (Kalimat Verbal)
-----------
Verbal Sentence adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja (Verb).

Contoh :

  • She goes to the market.
    (Dia pergi ke pasar)
  • I read newspaper every morning.
    (Saya membaca koran setiap pagi)

Macam-macam Verbal Sentence:

1. Affirmative Sentence (Kalimat Berita).

Kalimat Berita dapat disebut juga sebagai Positive Sentence (kalimat positif).

Contoh :

  • (+) I walk to school.
    (Saya berjalan ke sekolah)
  • (+) He reads a newspaper every morning.
    (Dia membaca Koran setiap pagi)

2. Negative Sentence (Kalimat Negatif).

Negative Sentence juga dapat diartikan sebagai Kalimat Menyangkal. Contoh :

  • (-) I do not walk to school
    (Saya tidak berjalan ke sekolah)
  • (-) He does not read a newspaper every morning.
    (Dia tidak membaca koran setiap pagi)

3. Interrogative Sentence (Kalimat Tanya).

Contoh :

  • (?) Do I walk to school?
    (Apakah saya berjalan ke sekolah ?)
  • (?) Does he read a newspaper ever ymorning?
    (Apakah dia membaca koran setiap pagi?)

4. Negative Interrogative Sentence (Kalimat Tanya Ingkar)

Contoh :

  • (?) Don’t you walk to school?
    Do you not walk to school?
    (Apakah kamu tidak berjalan ke sekolah ?)
  • (?) Don’t you read a newspaper everymorning?
    Do you not read a newspaper everymorning?
    (Apakah kamu tidak membaca koran setiap pagi?)

5. Imperative Sentence (Kalimat Perintah).

Kalimat perintah dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu :

a. Kalimat Perintah Biasa

Kalimat perintah ini dibentuk dengan tidak memberikan tanda seru (!) pada akhir kalimat.

Contoh :

  • Put that pencil on the table.
    (Letakkan pensil itu di atas meja)
  • Do your work.
    (Kerjakan pekerjaanmu)

b. Kalimat Perintah Tegas.

Perintah tegas pada umumnya ditulis dengan menggunakan tanda seru (!) pada akhir kalimat.

Contoh :

  • Go out!
    (Keluar!)
  • Shut up!
    (Diam!)

c. Kalimat Larangan.

Perintah yang bertujuan untuk melarang dapat dibentuk dengan menambahkan “don’t” di awal kalimat dan diakhiri dengan tanda seru (!).

Contoh :

  • Don’t do it!
    (Jangan lakukan itu!)
  • Don’t say that!
    (Jangan katakan itu!)

d. Kalimat Perintah atau larangan yang halus dan sopan.

Perintah atau larangan yang halus dan sopan dapat dibentuk dengan menambahkan kata “please” pada permulaan atau akhir kalimat dan diakhiri dengan tanda seru (!).

Contoh :

  • Sit down, please!
    Please, sit down!
    (Silahkan duduk!)
  • Stand up, please!
    Please, stand up!
    (Silahkan berdiri!)

e. Kalimat Permintaan.

Pada umumnya kalimat perintah yang cenderung bersifat permintaan dibentuk dengan menggunakan “will... please” atau “would you ... please”.

Contoh :

  • Will you open the window, please.
    (Maukah Anda membuka jendela itu)
  • Would you answer my question, please.
    (Tolong Anda jawab pertanyaan saya)

f. Kalimat Ajakan.

Kalimat perintah bersifat ajakan ini dibentuk dengan menambahkan kata “let” atau “let’s” pada awal kalimat.

Contoh :

  • Let’s go now!
    (Mari kita pergi sekarang!)
  • Don’t let me alone!
    (Jangan biarkan saya sendiri)

Catatan :

  1. Dalam Affirmative Sentence:
    • Subyek I, you, we, they kata kerjanya tanpa penambahan s/ es.
    • Subyek he, she, it kata kerjanya dengan penambahan s/es.
  2. Untuk membentuk Negative Sentence digunakan kata kerja bantu does/do/did” yang ditambah “not” dengan ketentuan:
    • Subyek I, you, we, they harus disertai kata kerja bantu do not (don’t).
    • Subyek he, she, it harus disertai kata kerja bantu does not (doesn’t).
    • Sedangkan kata kerja bantu did not (didn’t) dipakai untuk semua subyek, untuk kalimat bentuk lampau.
    • Kata kerja bantu ini diletakkan sesudah subyek.
    • Jika dalam kalimat sudah ada kata kerja bantu can, shall, will dan sejenisnya maka hanya ditambah “not” saja.
  3. Untuk membentuk Interrogative Sentence juga digunakan kata kerja bantu “does/do/did” dengan ketentuan :
    • Do dipakai untuk subyek I, you, we, they.
    • Does, dipakai untuk subyek he, she, it.
    • Did, bisa dipakai untuk semua subyek.
    • Kata kerja bantu ini diletakkan di awal kalimat.
    • Jika sudah ada kata kerja bantu, seperti can, shall, will, dan sejenisnya maka hanya dengan meletakkannya di awal kalimat.
    • Pertanyaan yang dimulai dengan kata kerja bantu “do/does/ did” dapat dijawab dengan “Yes” atau “No”.

----------
B. NOMINAL SETENCES (Kalimat Nominal)
----------
Nominal Sentence adalah kalimat yang predikatnya bukan kata kerja (Verb), tetapi terdiri dari Noun (kata benda), Adjective (kata sifat) atau Adverb (kata keterangan).

Dalam Nominal Sentence, antara subyek dan predikatnya harus disisipkan “to be” yang disesuaikan dengan subyek kalimat untuk menggantikan kata kerja.

Contoh :

  • I am a lawyer. (Noun)
    (Saya adalah seorang pengacara)
  • He is very clever. (Adjective)
    (Dia sangat pandai)
  • She is in my house. (Adverb)
    (Dia ada di rumahku)

Seperti halnya Verbal Sentence, Nominal Sentence juga dapat digolongkan atas:

1. Affirmative Sentence (Kalimat Berita).

Atau dapat disebut juga Positive Sentence (Kalimat Positif).

Contoh :

  • (+) I am a lawyer.
    (Saya adalah seorang pengacara)
  • (+) She is a nurse.
    (Dia adalah seorang perawat)

2. Negatif Sentence (Kalimat Negatif).

Atau diartikan Kalimat Menyangkal.

Contoh :

  • (-) I am not a lawyer.
    (Saya bukan seorang pengacara)
  • (-) She is not a nurse.
    (Dia bukan seorang perawat)

3. Interrogative Sentence (Kalimat Tanya).

Contoh :

  • (?) Am I a lawyer?
    (Apakah saya seorang pengacara ?)
  • (?) Is she a nurse?
    (Apakah mereka seorang perawat ?)

4. Negative Interrogative Sentence (Kalimat Pertanyaan Ingkar)

Contoh :

  • (?) Isn’t he a lawyer?
    Is he not a lawyer?
    (Apakah dia bukan seorang pengacara?)
  • (?) Aren’t they clever?
    Are they not clever?
    (Apakah mereka tidak pandai?)

5. Imperative Sentence (Kalimat Perintah)

a. Kalimat Perintah Biasa.

Kalimat perintah biasa ini dibentuk dengan menambahkan kata “be” di depan kalimat.

Contoh :

  • Be careful!
    (Berhati-hatilah!)
  • Be quiet!
    (Tenanglah!)

b. Kalimat Larangan.

Kalimat perintah bersifat larangan dalam Nominal Sentence dibentuk juga dengan menambahkan “don’t be” di awal kalimat.

Contoh :

  • Don’t be careless!
    (Jangan sembrono!)
  • Don’t be angry!
    (Jangan marah!)

c. Kalimat Perintah atau Larangan yang halus atau sopan.

Kalimat perintah atau larangan dalam Nominal Sentence dibentuk dengan menggunakan “be ... please” atau “please be ...”.

Contoh :

  • Be careful, please!
    (Tolong Berhati-hatilah!)
  • Please be quiet!
    (Tolong tenanglah!)

d. Kalimat Permintaan.

Seperti halnya pada Verbal Sentence, pada Nominal Sentence kalimat permintaan dibentuk dengan menggunakan “will ... please” atau “would ... please”.

Contoh :

  • Will you be quiet, please!
    (Maukah Anda tenang!)
  • Would you be here, please!
    (Maukah Anda kemari!)

Catatan :

Dari beberapa contoh di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Dalam Affirmative Sentence :
    • Pemakaian to be harus disesuaikan dengan subyeknya.
  2. Dalam Negative Sentence :
    • Dibentuk dengan menambahkan not sesudah tobe.
  3. Dalam Interrogative Sentence :
    • Dibentuk dengan meletakkan to be di depan subyek.
    • Pertanyaan yang dimulai dengan to be dijawab dengan “Yes. ...” atau “No, ...”,
  4. Dalam Imperative Sentence :
    • Karena tidak mengandung kata kerja, maka diberi be sebagai kata kerjanya.
    • Untuk larangan, dengan menambahkan don’t sebelum be.
1 Reply
Posts: 84
(@halimah)
Trusted Member
Joined: 2 years ago

Thanks

Reply




Posts: 30
 rois
(@rois)
Eminent Member
Joined: 2 years ago

Thanks bro @roman

Reply