Perbedaan "if I was...
 

Perbedaan "if I was" dan "if I were" dalam kalimat conditional sentence tipe 2


Posts: 7
Topic starter
Joined: 12 months ago

Berbicara mengenai kalimat pengandaian atau conditional sentence, kita mengenalnya ada beberapa tipe yakni conditional sentence tipe 1, 2, dan 3. Pada kesempatan ini saya akan membahas kalimat conditional sentence tipe 2 yang menggunakan "if I was" dan "if I were".

Kalimat conditional sentence tipe 2 menyatakan pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena bertentangan dengan kenyataan sekarang. Tipe kalimat pengandaian ini memiliki pola klausa if dalam waktu lampau (simple past atau past continuous) dan klausa bebas mengandung would atau could.

Apa perbedaan "if I was" dan "if I were"? Untuk mengetahui perbedaannya, kita harus tahu terlebih dahulu mengenai penggunaan was dan were.

Penggunaan was dan were

Pada dasarnya was dan were sama-sama menunjukkan waktu lampau. Perbedaannya terdapat pada penggunaan kata ganti (pronoun). Were dapat digunakan untuk semua kata ganti yakni i, you, we, they, he, she, dan it sedangkan was hanya untuk i, he, she, dan it.

Contoh kalimat :

  • He was my school mate in junior high school. (Dia adalah teman sekolahku di sekolah menengah pertama)
  • You were the smartest student in my class. (Kamu adalah siswa terpandai dikelasku)
  • I was ready to go. (Saya telah siap untuk pergi)

Perbedaan if I was dan if I were

Dalam percakapan bahasa Inggris, seringkali kita menemukan kalimat yang menggunakan ‘if I was’ dan ‘if I were’. Perhatikan contoh di bawah ini :

  • If I was sleep earlier, I would not come late to school. (Jika saya tidur lebih awal, saya tidak akan datang terlambat ke sekolah)
  • If I were you, I would argue his statements. (Jika saya adalah kamu, saya akan mendebat pernyataan-pernyataannya)

Sekilas kedua kalimat di atas tidak ada perbedaan pola yang signifikan selain penggunaan was dan were didalamnya. Namun jika ditelaah lebih jauh, kedua kalimat tersebut memiliki perbedaan yang mendasar. Untuk itu mari perhatikan penjelasan di bawah ini dengan saksama.

If I was

Kalimat yang menggunakan was didalamnya berarti hal ini menunjukkan adanya suatu fakta yang telah terjadi. Selain menyatakan suatu fakta, ‘if I was’ juga bisa berarti menyatakan opini atau pendapat. Hal ini mengapa was dianggap indicative mood (kata kerja yang fungsinya untuk pernyataan, penyanggahan dan pertanyaan). Kalimatnya tetap terkesan seolah-olah berandai-andai namun pada dasarnya hal tersebut telah terlaksana dimasa lampau. Kalimatnya lebih merujuk ke pengandaian bahwa seandainya hal tersebut tidak terjadi dimasa lampau.

Contoh kalimat :

  • If I was study harder, I would pass the exam without fail. (Jika saja aku belajar lebih giat, aku akan lulus ujian tersebut)

Catatan :

Kalimat tersebut dapat dimaknai bahwa fakta dia tidak belajar dengan giat sehingga dia gagal di ujian tersebut.

  • If he was sick, he would just lie down all day long. (Jika dia sakit, dia hanya akan berbaring seharian)

Catatan :

Kalimat ini dapat dimaknai bahwa jika dia sedang sakit, maka yang bisa dia lakukan seharian hanyalah tidur atau berbaring.

If I were

Jika ‘if I was’ merujuk pada fakta atau opini, maka lain halnya dengan ‘if I were’. Were merupakan bagian dari subjunctive mood (kata kerja yang berfungsi untuk menyatakan adanya suatu kebutuhan, harapan, saran, dan pengandaian yang sebenarnya berbeda dengan kenyataan yang ada).

Oleh karena itu, saat suatu kalimat menggunakan were didalamnya, maka kalimat tersebut dapat dimaknai bahwa jika saja di waktu lalu dilakukan sesuatu seperti yang diandaikan, maka kemungkinannya saat ini / sekarang keadaannya akan berbeda. Jika diperhatikan maka seperti ada hubungan sebab akibat didalamnya.

Contoh kalimat :

  • If I were aware of exercising, I might be healthier than now (Jika saja saya lebih peduli dengan olahraga, saya mungkin akan lebih sehat daripada saat ini)

Catatan :

Kalimat ini dimaknai bahwa seandainya ia rajin berolahraga di masa lalu, mungkin saja kesehatannya akan lebih baik dibanding sekarang. Faktanya ini adalah pengandaian, karena kesehatannya sekarang tidak lebih baik.

  • If I were her, I would buy all those fancy bag (Jika saya adalah dia, saya akan membeli semua tas-tas mahal itu)

Catatan :

Kalimat ini dimaknai bahwa seandainya dia menjadi perempuan itu, maka dia akan membeli semua tas-tas mahal tersebut. Faktanya ini hanyalah pengandaian karena dia bukan perempuan yang dimaksud.

Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kita mengenai kalimat conditional sentence bahasa Inggris