Random Question

I like your watch. How long ____ it?
A.
B.
C.
D.

 

Pengertian subjecti...
 

Untuk menyimpan dan melihat nilai rapor hasil tes, silakan register atau log in.

Pengertian subjective case dan contoh kalimatnya  


Ambarwati
Posts: 37
(@ambar)
Eminent Member
Joined: 2 years ago

Pada tulisan saya yang sebelumnya, saya sudah membahas mengenai objective case. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai subjective case.

Pengertian

Subjective case adalah case dari suatu pronoun (kata ganti) ketika berfungsi sebagai subject of verb, subject complement (sebagai predicate nominative setelah linking verb “be”), atau appositive dari subject of verb atau subject complement. Pronoun yang berada di dalam subjective case yaitu:

  • I
  • you
  • they
  • we
  • she
  • he
  • it
  • who
  • whoever

Adapun it dan you juga dapat digunakan pada objective case. Subjective case dikenal juga dengan sebutan nominative case.

Contoh Kalimat Subjective Case

Fungsi Contoh Kalimat Subjective Case
Subject of Clause I saw him sitting on the grass.
(Saya melihatnya duduk di rumput.)
She is just my friend.
(Dia hanya teman.)
They don’t interfere with each other.
(Mereka tidak mengganggu satu sama lain.)
The traveler who stayed for one night is from Germany.
(Wisatawan yang menginap selama satu malam tersebut dari Jerman.) subject of verb “stayed” (adjective clause)
Whoever comes first will be served first.
(Siapapun yang datang duluan akan dilayani duluan.)
Subject Complement The leader of the group was he.
(Pemimpin kelompok tersebut dulunya dia.) konstruksi yang lebih natural: He is the leader of the group.
This is she.
(Ini dia.)
Appositive That woman, she, has helped me greatly in life.
(Wanita itu telah sangat membantu saya dalam hidup.) appositive dari subject of verb “woman”

Permasalahan pada Subjective Case

1. Subject Complement (Predicate Nominative) pada Formal/Informal Writing

Baik subject maupun subject complement memang sama-sama berada di dalam subjective case, namun pada informal speech/writing, “me” yang merupakan objective case biasanya digunakan menggantikan “I” karena penggunaannya terdengar lebih wajar dan tidak terlalu formal.

Contoh Kalimat Predicate Nominative

Grammatically Correct Conversation
It’s I. It’s me.
That’s I. That’s me.

Pada penggunaan formal, ada pilihan terhadap It’s I dan That’s I di atas dengan mempertahankannya atau menata ulang kalimat untuk menghindari konstruksi tersebut yang walaupun benar secara grammatical namun terdengar aneh pada saat ini.

2. Compound Subject

Jangan sampai keliru jika kalimat menggunakan compound subject (dua atau lebih noun/pronoun atau gabungan keduanya dan dihubungkan dengan coordinate conjunction “and”), pronoun tetap berada di subjective case, bukan objective case. Jika compound subject terdiri dari noun dan pronoun, first-person pronoun ditulis belakangan (formulasi yang sopan). Untuk membuktikan apakah pronoun yang digunakan sudah tepat, coba hilangkan noun dan lihat apakah pronoun yang digunakan sudah tepat.

Contoh Kalimat Compound Subject

Benar Salah
Arum and I went shopping yesterday. (Arum dan saya pergi belanja kemarin.) Arum and me went shopping yesterday.

Tes:

  • I went shopping yesterday. (case benar)
  • Me went shopping yesterday. (case salah)
Alex and he were late because they got caught up in traffic.
(Alex  dan da terlambat karena terjebak kemacetan lalu lintas.)
Alex and him were late because they got caught up in traffic.

Tes:

  • he was late because he got caught up in traffic. (case benar)
  • him was late because he got caught up in traffic. (case salah)

3. Degrees of Comparison

Cara menentukan pronoun apa yang tepat untuk mengikuti as (positive degree) atau than (comparative degree) adalah dengan membayangkan bagian yang biasanya dihilangkan pada kalimat perbandingan tersebut. Jika yang dibandingkan adjective (kata sifat) mungkin kita dapat langsung menebak pronoun yang tepat karena ada linking verb yang menjadi penanda bahwa elemen yang dihubungkannya berada pada case yang sama, yaitu subjective.

Contoh Kalimat Subjective/Objective Case

Positive Degree My sister reads as fast as you (read).
(Saudara saya membaca secepat kamu.) subjective case
He hates me as much as (he hates) them.
(Dia membenci saya seperti membenci mereka.) objective case
Comparative Degree She is fatter than I (am fat).
(Dia lebih gemuk dari saya.) subjective case
  • Alan treated me better than she (treated me).
    (Alan memperlakukan saya lebih baik daripada dia memperlakukan saya.) subjective case
  • Alan treated me better than her (than he treated her).
    (Alan memperlakukan saya lebih baik daripada Alan memperlakukan dia.) objective case